Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Ketika Giliranku Kelak

Ibu.. Ketika giliranku kelak, dapatkah aku menjadi sama sepertimu? Punya hati sekuat milikmu, Punya jiwa setegar dirimu, Punya tangan yang seterampil milikmu, Punya kelopak yang mampu membendung air mata sebanyak itu, Punya kesabaran yang tiada batas sepertimu, Sedingin itu menghadapi segala sesuatu, Punya kesejukan seperti yang ada dalam setiap pelukmu, Membuka pintu maaf selebar itu, Mencintai meski berulang-kali disakiti Ibu.. Darimana datangnya semua keajaiban yang ada padamu? Akankah kau wariskan padaku? Ibu.. Bagaimana mungkin kau lakukan sendiri semua itu? Tak pernah sedikitpun kau mengeluh dihadapanku. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali kau meneteskan air matamu. Tanpa ada tempat untuk mencurahkan isi hatimu, Tanpa ada teman yang memberi solusi terbaik untukmu. Ibu.. Sesakit apakah melahirkanku? Sesulit apa membesarkanku? Seberat apa beban yang kau pikul bersama pendamping hidupmu, Ayahku? Meski sehebat itu kau sembunyikan perasaanmu.. Kudengar jerita...

Kado Terdahsyat

Saya membuat tulisan saya sebelumnya ketika dini hari di hari ulang tahun saya. Memang sungguh saya sangat bahagia kala itu. Tapi di siang hari, Tuhan seakan menghukum saya. Tuhan memberi saya kejutan yang sungguh sangat berhasil membuat saya meneteskan air mata. Bukan, bukan karena terharu. Ini bukan pula air mata bahagia. Sebaliknya saya mendapatkan kekecewaan yang mendalam. Entah saya harus apa lagi. Saya hanya bisa menangis meratapi apa yang saya alami. Saya sungguh kecewa pada Tuhan. Tapi saya tidak berani marah padaNya. Kenapa Tuhan begitu sengaja? Kenapa harus hari ini? Hari yang katanya istimewa. Kenapa tidak menunggu hari berikutnya? Saya masih tidak bisa menerima kenyataaan. Mungkin saya terlalu banyak berharap, sehingga kekecewaan ini semakin terasa menyakitkan. Saya sadar saya ini tidak ada apa-apanya dibanding mereka para pesaing saya, tapi ada yang lain yang sungguh tidak pantas mendapatkan harapan saya itu. Mereka mendapatkan. Dosakah saya jika saya menganggap Tuhan t...

Ulang Tahun

Saya sangat bahagia bisa melewati pukul 00.00 tanggal 05 Agustus 2015 ini bersama sahabat-sahabat saya. Bukan disengaja. Ini karena kami memberikan "superlate surprise" pada salah seorang teman kami yang sudah 2 bulan yg lalu berulang-tahun. Dari tahun-ketahun, semakin bertumbuh dewasanya saya, mungkin memang saya masih menganggap ulang tahun itu sesuatu yg spesial. Tapi tidak se"excited" dulu. Dulu sebulan sebelum ulang tahun saya sudah merasa waktu ingin cepat berlalu saja. Tidak sabar menunggu hari itu. Saya selalu mengharapkan kado dari orang-orang didekat saya. Saya sudah membayangkan baju bagus, mainan, boneka, tas, alat tulis, semua yg mungkin akan diberikan pada saya. Saya selalu ingin hari ulang tahun saya meriah. Ingin dirayakan meski hanya dirumah. Membayangkan kue tart, nasi kuning, dekorasi, balon, dll. Menunggu "angpao" ulang tahun dari Yangti, Simbah, Bapak, Ibu, Tante, Pakde, semuanyaa. Waktu cepat berlalu, saya semakin sadar bahwa ul...

Catatan 12 November 2014

Saya tidak akan tahu hari ini adalah hari ayah nasional jika tidak ada seorang teman mengucapkan selamat pada ayah dan calon ayah dari anak-anaknya di sosial media. Seketika lamunan saya tertuju pada sosok yang sangat dekat dengan saya ketika saya masih kecil. Bapak. Ketika kecil saya tidak bisa hidup tanpanya. Saya selalu memegang erat tangannya dimanapun kami pergi. Ingat suatu ketika, dimana hari itu membuat teman-teman saya di taman kanak-kanak tidak mau bermain dengan saya. Waktu itu adalah hari pertama dari semua hari saya disekolah. Entah mengapa saya yang duduk di paling pojok merasa sendirian dan takut. Saya gelisah, mata saya sudah memerah. saya berusaha untuk menyembunyikannya. Tapi ternyata guru yang baru bertemu beberapa kali dengan saya ketika pendaftaran luar biasa hebatnya. Dia bisa membaca gerak-gerik dan raut wajah saya. Dia menghentikan perkenalannya. "Ada apa mbak Tantri?" Pertanyaannya sontak mengagetkan saya. Saya berusaha menjawab dengan suara sendu ...

Untukmu yang kusebut Kawan

Saya tahu hidup menuntut banyak kesibukan Tapi tidakkah ada sedetikpun peluang untuk mengirim sebuah pesan? Tidakkah merasa dirindukan? Kadang memang harus merelakan Meski rasanya sulit menerima perubahan Bukannya tidak ingin melepaskan Setiap orang punya masing-masing jalan Hanya khawatir yang saya sebut kawan berlari sendirian Takut kalau tiba-tiba jatuh karena kelelahan Bagaimana jika tersesat dalam kegelapan? Saya yakin sosoknya punya sekantong keberanian Saya yakin sosoknya punya segenggam kekuatan. Ketahuilah ada seorang teman yang mungkin sudah kau lupakan Dia tetap akan selalu mendoakan Sampai pada akhirnya dia memelukmu erat ketika bertemu pada satu jalan Ya, ketika sudah sama-sama meraih yang diimpikan Yang selama ini dikejar mati-matian Yang pernah kuanggap sebagai penghalang kebersamaan Datanglah jika butuh teman Kembalilah ketika sudah menggenggam kesuksesan Akan kutunggu sampai waktu mengembalikan sebuah kebersamaan. :)

Wedding Wish Part II

 PESTA LAJANG Aku ingin kelak sebelum aku menikah aku mengadakan pesta lajang, dimana aku akan menghabiskan hariku bersama para sahabatku sebelum akhirnya aku mengarungi bahtera rumah tanggaku dan mengurangi hal-hal yang biasa kami lakukan ketika belum menikah. MISA PEMBERKATAN Aku ingin acara pemberkatan di Gereja dipenuhi dengan nuansa syahdu dan sakral. Aku mau paduan suara di misa pemberkatanku nanti diiringi musik orkestra. paling tidak ada biola, cello, piano, gitar, dll. Ketika perarakan, aku ingin ada anak-anak perempuan didandani seperti peri menaburkan bunga didepanku. Semua sahabatku harus berada disitu, mereka harus punya andil. Entah itu koor, pendamping pengantin, atau panitia lainnya. Mereka menggunakan gaun berwarna pastel untuk sahabat perempuan, dan jas pastel juga untuk sahabat laki-laki. RESEPSI PERNIKAHAN Untuk resepsi, aku ingin pernikahanku nanti diadakan disebuah taman. dimana ada danau, kemerlap lampu dan kursi-kursi cantik bernuansa vin...

Melangkah Sendirian

Pernahkah kita merasa takut untuk melangkah? Bukan karena kita merasa tidak mampu, namun karena kita takut melangkah sendirian. Pernahkah kita merasa sendirian ketika ada dalam keramaian? Bukan karena kita tidak berteman, Tapi karena dia tidak ada dalam kebersamaan. Terkadang kita memang tangguh Merasa kalau tidak butuh Namun kesepian seperti angin berhembus Datang begitu saja Membuat rasa ingin memanggil sebuah nama Dan kita takkan pernah tahu kapan angin itu dikalahkan hangatnya mentari Kita menanti-nanti sinar matahari pagi Kapankah akan ada yang hadir dan menemani? Sampai kapankah kita harus   berjalan sendiri?

Wedding Wish

Gambar
Setiap orang pernah berkhayal. terutama perempuan (re : saya). Setiap malam sebelum tidur saya selalu membayangkan sesuatu yang indah. Entah mata saya sudah terpejam atau belum, saya selalu membayangkan kehidupan saya yang jauuh lebih indah kelak. Tidak hanya ketika akan terlelap, ketika menonton film atau drama bahkan sinetron tv saya sering memposisikan diri saya dalam tokoh utama disitu. misalkan gadis miskin yang mendapat laki-laki tampan dan kaya, menjadi rebutan dua laki-laki, gadis yang sering diolok-olok tiba-tiba berubah penampilannya. Disitu biasanya pikiran saya melayang-layang. "aah seandainya aku seperti itu" duuh hidup ini bukan drama korea. tapi jujur saya tidak bisa menjauhkan kebiasaan berangan-angan itu. Ketika saya mendapat undangan nikah entah dari saudara atau tetangga atau mungkin kenalan, ketika saya menghadiri sebuah pesta atau pemberkatan pernikahan, kebiasaan saya mengkhayal selalu datang. Entah kenapa saya selalu suka menghadiri misa atau ibadat ...