Ulang Tahun
Saya sangat bahagia bisa melewati pukul 00.00 tanggal 05 Agustus 2015 ini bersama sahabat-sahabat saya.
Bukan disengaja. Ini karena kami memberikan "superlate surprise" pada salah seorang teman kami yang sudah 2 bulan yg lalu berulang-tahun.
Dari tahun-ketahun, semakin bertumbuh dewasanya saya, mungkin memang saya masih menganggap ulang tahun itu sesuatu yg spesial. Tapi tidak se"excited" dulu. Dulu sebulan sebelum ulang tahun saya sudah merasa waktu ingin cepat berlalu saja. Tidak sabar menunggu hari itu. Saya selalu mengharapkan kado dari orang-orang didekat saya. Saya sudah membayangkan baju bagus, mainan, boneka, tas, alat tulis, semua yg mungkin akan diberikan pada saya. Saya selalu ingin hari ulang tahun saya meriah. Ingin dirayakan meski hanya dirumah.
Membayangkan kue tart, nasi kuning, dekorasi, balon, dll.
Menunggu "angpao" ulang tahun dari Yangti, Simbah, Bapak, Ibu, Tante, Pakde, semuanyaa.
Waktu cepat berlalu, saya semakin sadar bahwa ulang tahun tidak harus dirayakan dengan meriah. Semakin berjalannya waktu saya malah takut akan hari ulang tahun. Kalau saja hari itu bisa diundur. Saya hanya takut akan segala tanggungjawab yang lebih besar,umur yg semakin tua, waktu yg terus berputar. Saya takut akan semua pertanyaan-pertanyaan yg akan dilontarkan pada saya. Terutama saya akan dianggap aneh karena diumur yg semakin tua saya belum juga punya seorang pacar :" (halaaah)
Tapi mendapat ucapan ulang tahun dari orang-orang terkasih, Melihat foto saya dipajang di didp sahabat-sahabat saya, membaca nama saya dipm orang-orang tercinta. Itu sudah lebih dari cukup untuk saya. Meski malam tadi, setelah menngucapkan selamat ulang tahun, teman-teman masih saja membully saya. Entah saya ini sering sekali menjadi bahan pen-zolim-an. Saya tetap bahagia. Saya bahagia di usia ini saya masih bisa menjadi alasan untuk mereka tertawa. Meski itu karena saya menderita :''( (lebaay kumat)
Terimakasih Tuhan atas segala berkat dan anugerah-Mu. Terimakasih masih memberi hamba kesempatan untuk dapat dekat dengan orang-orang yang saya cintai dan (mungkin) mencintai saya.
Sekiranya tulisan yang mungkin dianggap berlebihan ini membuat saya dianggap terlalu drama. Tapi sungguh saya bahagia.
Bukan disengaja. Ini karena kami memberikan "superlate surprise" pada salah seorang teman kami yang sudah 2 bulan yg lalu berulang-tahun.
Dari tahun-ketahun, semakin bertumbuh dewasanya saya, mungkin memang saya masih menganggap ulang tahun itu sesuatu yg spesial. Tapi tidak se"excited" dulu. Dulu sebulan sebelum ulang tahun saya sudah merasa waktu ingin cepat berlalu saja. Tidak sabar menunggu hari itu. Saya selalu mengharapkan kado dari orang-orang didekat saya. Saya sudah membayangkan baju bagus, mainan, boneka, tas, alat tulis, semua yg mungkin akan diberikan pada saya. Saya selalu ingin hari ulang tahun saya meriah. Ingin dirayakan meski hanya dirumah.
Membayangkan kue tart, nasi kuning, dekorasi, balon, dll.
Menunggu "angpao" ulang tahun dari Yangti, Simbah, Bapak, Ibu, Tante, Pakde, semuanyaa.
Waktu cepat berlalu, saya semakin sadar bahwa ulang tahun tidak harus dirayakan dengan meriah. Semakin berjalannya waktu saya malah takut akan hari ulang tahun. Kalau saja hari itu bisa diundur. Saya hanya takut akan segala tanggungjawab yang lebih besar,umur yg semakin tua, waktu yg terus berputar. Saya takut akan semua pertanyaan-pertanyaan yg akan dilontarkan pada saya. Terutama saya akan dianggap aneh karena diumur yg semakin tua saya belum juga punya seorang pacar :" (halaaah)
Tapi mendapat ucapan ulang tahun dari orang-orang terkasih, Melihat foto saya dipajang di didp sahabat-sahabat saya, membaca nama saya dipm orang-orang tercinta. Itu sudah lebih dari cukup untuk saya. Meski malam tadi, setelah menngucapkan selamat ulang tahun, teman-teman masih saja membully saya. Entah saya ini sering sekali menjadi bahan pen-zolim-an. Saya tetap bahagia. Saya bahagia di usia ini saya masih bisa menjadi alasan untuk mereka tertawa. Meski itu karena saya menderita :''( (lebaay kumat)
Terimakasih Tuhan atas segala berkat dan anugerah-Mu. Terimakasih masih memberi hamba kesempatan untuk dapat dekat dengan orang-orang yang saya cintai dan (mungkin) mencintai saya.
Sekiranya tulisan yang mungkin dianggap berlebihan ini membuat saya dianggap terlalu drama. Tapi sungguh saya bahagia.
Komentar
Posting Komentar