Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Catatan 12 November 2014

Saya tidak akan tahu hari ini adalah hari ayah nasional jika tidak ada seorang teman mengucapkan selamat pada ayah dan calon ayah dari anak-anaknya di sosial media. Seketika lamunan saya tertuju pada sosok yang sangat dekat dengan saya ketika saya masih kecil. Bapak. Ketika kecil saya tidak bisa hidup tanpanya. Saya selalu memegang erat tangannya dimanapun kami pergi. Ingat suatu ketika, dimana hari itu membuat teman-teman saya di taman kanak-kanak tidak mau bermain dengan saya. Waktu itu adalah hari pertama dari semua hari saya disekolah. Entah mengapa saya yang duduk di paling pojok merasa sendirian dan takut. Saya gelisah, mata saya sudah memerah. saya berusaha untuk menyembunyikannya. Tapi ternyata guru yang baru bertemu beberapa kali dengan saya ketika pendaftaran luar biasa hebatnya. Dia bisa membaca gerak-gerik dan raut wajah saya. Dia menghentikan perkenalannya. "Ada apa mbak Tantri?" Pertanyaannya sontak mengagetkan saya. Saya berusaha menjawab dengan suara sendu ...

Untukmu yang kusebut Kawan

Saya tahu hidup menuntut banyak kesibukan Tapi tidakkah ada sedetikpun peluang untuk mengirim sebuah pesan? Tidakkah merasa dirindukan? Kadang memang harus merelakan Meski rasanya sulit menerima perubahan Bukannya tidak ingin melepaskan Setiap orang punya masing-masing jalan Hanya khawatir yang saya sebut kawan berlari sendirian Takut kalau tiba-tiba jatuh karena kelelahan Bagaimana jika tersesat dalam kegelapan? Saya yakin sosoknya punya sekantong keberanian Saya yakin sosoknya punya segenggam kekuatan. Ketahuilah ada seorang teman yang mungkin sudah kau lupakan Dia tetap akan selalu mendoakan Sampai pada akhirnya dia memelukmu erat ketika bertemu pada satu jalan Ya, ketika sudah sama-sama meraih yang diimpikan Yang selama ini dikejar mati-matian Yang pernah kuanggap sebagai penghalang kebersamaan Datanglah jika butuh teman Kembalilah ketika sudah menggenggam kesuksesan Akan kutunggu sampai waktu mengembalikan sebuah kebersamaan. :)

Wedding Wish Part II

 PESTA LAJANG Aku ingin kelak sebelum aku menikah aku mengadakan pesta lajang, dimana aku akan menghabiskan hariku bersama para sahabatku sebelum akhirnya aku mengarungi bahtera rumah tanggaku dan mengurangi hal-hal yang biasa kami lakukan ketika belum menikah. MISA PEMBERKATAN Aku ingin acara pemberkatan di Gereja dipenuhi dengan nuansa syahdu dan sakral. Aku mau paduan suara di misa pemberkatanku nanti diiringi musik orkestra. paling tidak ada biola, cello, piano, gitar, dll. Ketika perarakan, aku ingin ada anak-anak perempuan didandani seperti peri menaburkan bunga didepanku. Semua sahabatku harus berada disitu, mereka harus punya andil. Entah itu koor, pendamping pengantin, atau panitia lainnya. Mereka menggunakan gaun berwarna pastel untuk sahabat perempuan, dan jas pastel juga untuk sahabat laki-laki. RESEPSI PERNIKAHAN Untuk resepsi, aku ingin pernikahanku nanti diadakan disebuah taman. dimana ada danau, kemerlap lampu dan kursi-kursi cantik bernuansa vin...

Melangkah Sendirian

Pernahkah kita merasa takut untuk melangkah? Bukan karena kita merasa tidak mampu, namun karena kita takut melangkah sendirian. Pernahkah kita merasa sendirian ketika ada dalam keramaian? Bukan karena kita tidak berteman, Tapi karena dia tidak ada dalam kebersamaan. Terkadang kita memang tangguh Merasa kalau tidak butuh Namun kesepian seperti angin berhembus Datang begitu saja Membuat rasa ingin memanggil sebuah nama Dan kita takkan pernah tahu kapan angin itu dikalahkan hangatnya mentari Kita menanti-nanti sinar matahari pagi Kapankah akan ada yang hadir dan menemani? Sampai kapankah kita harus   berjalan sendiri?