Catatan 12 November 2014
Saya tidak akan tahu hari ini adalah hari ayah nasional jika tidak ada seorang teman mengucapkan selamat pada ayah dan calon ayah dari anak-anaknya di sosial media. Seketika lamunan saya tertuju pada sosok yang sangat dekat dengan saya ketika saya masih kecil. Bapak. Ketika kecil saya tidak bisa hidup tanpanya. Saya selalu memegang erat tangannya dimanapun kami pergi. Ingat suatu ketika, dimana hari itu membuat teman-teman saya di taman kanak-kanak tidak mau bermain dengan saya. Waktu itu adalah hari pertama dari semua hari saya disekolah. Entah mengapa saya yang duduk di paling pojok merasa sendirian dan takut. Saya gelisah, mata saya sudah memerah. saya berusaha untuk menyembunyikannya. Tapi ternyata guru yang baru bertemu beberapa kali dengan saya ketika pendaftaran luar biasa hebatnya. Dia bisa membaca gerak-gerik dan raut wajah saya. Dia menghentikan perkenalannya. "Ada apa mbak Tantri?" Pertanyaannya sontak mengagetkan saya. Saya berusaha menjawab dengan suara sendu ...