Masa Kecil
Ketika kecil kita sangat suka bermain masak-masakan. Bermain boneka bersama, berdandan bersama. Bak sepasang superstar dan make-up artistnya. Kita suka bermain olahraga bersama. Bermain kasti, bulutangkis, bersepeda, lari pagi, atau sekedar berjalan keliling kampung. Dan ditengah perjalanan kita pasti membeli jajanan, entah itu menyehatkan atau beracun.
Ketika kecil kita sangat suka berkelahi. Saling menjambak rambut, saling cakar-mencakar, cubit-mencubit. Hingga menimbulkan bekas luka. Tapi kita tidak pernah bertahan lama bermusuhan. Esok hari pasti salah satu dari kita meminta maaf dan kita melupakan segalanya. Kita bermain bersama lagi seakan tidak pernah ada perkelahian diantara kita.
Oh iya. Masih ingatkah dengan berbagai permainan kita dulu? Dakon (congklak), monopoli, halma, kelereng (meskipun aku anak perempuan, aku suka memainkannya), apalagi? Ingatkah kau? Coba sebutkan. Ingatkanlah aku.
Tapi kini semakin kita bertumbuh dewasa, semakin kita menjauh. Untuk sekedar mengobrol saja kita harus melalui perantara "gadget". Tawa kita palsu. "Ha ha ha" namun kita tidak benar-benar tertawa. :) :D kita hanya mewakilkan ekspresi kita dengan semua emoticon itu. Bahkan kita hanya menggunakan ({}) untuk saling berpelukan. Seakan kita sangat jauh. Bukankah rumah kita masih lima langkah? Dapatkah kita mengulang masa kecil indah kita? Dan aku juga berfikir bagaimana masa kecil adik-adik kita? Tanpa semua permainan yang pernah kita mainkan dulu.
Aku rindu kalian yang dulu. Aku rindu masa kecilku.
Ketika kecil kita sangat suka berkelahi. Saling menjambak rambut, saling cakar-mencakar, cubit-mencubit. Hingga menimbulkan bekas luka. Tapi kita tidak pernah bertahan lama bermusuhan. Esok hari pasti salah satu dari kita meminta maaf dan kita melupakan segalanya. Kita bermain bersama lagi seakan tidak pernah ada perkelahian diantara kita.
Oh iya. Masih ingatkah dengan berbagai permainan kita dulu? Dakon (congklak), monopoli, halma, kelereng (meskipun aku anak perempuan, aku suka memainkannya), apalagi? Ingatkah kau? Coba sebutkan. Ingatkanlah aku.
Tapi kini semakin kita bertumbuh dewasa, semakin kita menjauh. Untuk sekedar mengobrol saja kita harus melalui perantara "gadget". Tawa kita palsu. "Ha ha ha" namun kita tidak benar-benar tertawa. :) :D kita hanya mewakilkan ekspresi kita dengan semua emoticon itu. Bahkan kita hanya menggunakan ({}) untuk saling berpelukan. Seakan kita sangat jauh. Bukankah rumah kita masih lima langkah? Dapatkah kita mengulang masa kecil indah kita? Dan aku juga berfikir bagaimana masa kecil adik-adik kita? Tanpa semua permainan yang pernah kita mainkan dulu.
Aku rindu kalian yang dulu. Aku rindu masa kecilku.
Komentar
Posting Komentar